Agustina Villia Rosie 9E/1
Videonya :
Hasilnya :
Pengertian Vlookup
Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal.
Pengertian Hlookup
Fungsi HLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format horizontal.
Rumus Vlookup
=VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num)
Rumus Hlookup
=HLOOKUP(lookup_value,tabel_array, row_index_num)
Contoh Vlookup
Contoh Hlookup
1. Tari Garuda Nusantara
Sumber : https://youtu.be/S3CZQMyeAI0
Properti : Mahkota, sampur, gongseng, kilat bahu
Asal : Jawa
2. Tari Kupu - Kupu
Sumber : https://youtu.be/Cza_9ZX3wkk
Properti : Selendang, mahkota, kemben, kilat bahu, sampur, apok
Asal : Bali
3. Tari Nguri
Sumber : https://youtu.be/boXIkjCkuvs
Properti : Hiasan kepala, jarik, kotak/nampan khusus
Asal : Nusa Tenggara Barat (NTB)
4. Tari Merak
Sumber : https://youtu.be/1C1ftzZ5ovg
Properti : Siger, garuda mungkur, sesuping, apok, baju atas, sayap, sabuk, sampur, kilat bahu, gelang, rok
Asal : Bandung, Jawa Barat
5. Tari Kecak
Sumber : https://youtu.be/zj5Aucgvluo
Properti : Udeng, persembahan, kain bali
Asal : Bali
6. Tari Bedana
Sumber : https://youtu.be/-3NXw9idICs
Properti : Siger, pakaian adat, kalung
Asal : Lampung
7. Tari Piring
Sumber : https://youtu.be/KDpDFQLmVDc
Properti : Piring, baju adat, hiasan kepala
Asal : Sumatera Barat
8. Tari Legong
Sumber : https://youtu.be/g4uK7gti04M
Properti : Kipas, mahkota kepala, kembang goyang, pakaian adat.
Asal : Bali
1. Apa yang dimaksud dengan properti
= Properti tari adalah segala kelengkapan dan peralatan dalam penampilan atau peragaan dalam sebuah tari.
2. Apa fungsi atau tujuan penggunaan properti tari
= Properti tari pada dasarnya difungsikan untuk memberikan keindahan bentuk dalam pertunjukan tari. Hal ini diharapkan pertunjukan tari nantinya akan terlihat lebih sempurna.
1. Error #DIV/0!
Hasil Error ini adalah Error divided by zero atau Dibagi oleh Nol.
Cara mengatasi nya : di Excel tidak boleh ada angka yang dibagi dengan Nol.
2. Error #####
Error ini disebabkan karena Kurang lebar kolom untuk menampilkan data di cell tersebut (a column is not wide enough).
Cara mengatasi nya : dengan melebarkan Lebar kolom sampai Data pada Cell tersebut muncul kembali.
3. Error #VALUE!
Error ini muncul ketika Excel menemukan adanya spasi, karakter, atau text dalam formula yang seharusnya merupakan angka.
Cara mengatasi nya : Cek kembali formula Anda, pastikan hanya menggunakan angka. Jika error tetap berlanjut, coba cek apakah ada sel yang kosong. formula yang gagal bisa disebabkan oleh sel atau penggunaan karakter spesial yang Anda gunakan.
4. Error #NUM!
Bila formula Anda mengandung nilai angka yang tidak valid, maka error ini akan muncul di Excel.
Cara mengatasi nya : cek kembali apakah masih menggunakan format mata uang, tanggal, atau simbol spesial lainnya. Lalu pastikan juga untuk menghapus karakter tersebut dari formula, biarkan hanya angka saja.
5. Eorror #N/A
Ketika Excel menunjukan error ini, maka artinya adalah angka yang dimaksud dalam formula Anda tidak dapat ditemukan. Mungkin saja row atau angka yang digunakan dalam formula telah terhapus atau tidak tersimpan sebelumnya.
Cara mengatasi nya : cek ulang pada semua formula yang digunakan. Pastikan untuk menyisir dengan teliti bagian mana yang telah terhapus atau salah referensi.
6. Error #NULL!
Error ini terjadi ketika Anda menentukan dua area sel yang tidak intersect (bersimpangan), atau ketika Anda menggunakan range operator yang salah.
Cara mengatasi nya : cek kembali untuk memastikan Anda telah menggunakan syntax yang benar di formula Anda. Gunakan titik dua (colon) untuk memisahkan sel pertama dari sel terakhir ketika menggunakan rentang yang berkesinambungan pada formula.
7. Error #REF!
Error yang satu ini cukup tricky karena mereferensikan sebuah sell yang tidak valid. Maksudnya adalah Anda mungkin secara tidak sengaja telah menghapus atau mem-paste sebuah sel yang digunakan dalam formula.
Cara mengatasi nya : Bila tak sengaja menghapus sel, Anda bisa melakukan undo dengan mengklik CTRL+Z.
Bernyanyi secara solo/tunggal adalah bernyanyi sendiri.
Teknik bernyanyi :
• Sikap bernyanyi :
Bernyanyi secara baik harus diawali dengan sikap bernyanyi yang baik.
• Pernapasan Diafragma
Pernapasan yang dianjurkan untuk digunakan saat bernyanyi. Di dalam diafragma, terdapat otot yang jika terus dilatih dengan olahan nafas akan menjadi lebih kuat sehingga dapat memperpanjang durasi keluarnya nafas kita pada saat bernyanyi.
• Resonansi
Seseorang harus dapat mengamalkan suara dengan cara menempatkan sumber suara agar lebih keras pada saat dikeluarkan dan sampai kepada pendengar.
Ada 3 jenis resonansi :
- Resonansi dada
Memantulkan sumber bunyi pada bagian dada akan menghasilkan suara rendah. Jika memproduksi suara yang rendah hendaklah menggunakan resonansi dada agar nada rendah dapat dicapai dengan tepat dan halus.
- Resonansi hidung
Memantulkan sumber bunyi pada bagian wajah seputar hidung.
- Resonansi Kepala
Memantulkan sumber bunyi pada bagian kepala akan menghasilkan suara tinggi dan halus.
• Artikulasi dan Gerak mulut
Bernyanyi yang baik tidak bisa terlepas dari pengucapan kata-kata yang ada pada lirik lagu dengan jelas.
• Pharasering/pengkalimatan
kalimat pharasering atau pengkalimatan merupakan teknik vokal yang mengatur tentang pengelompokan kalimat di mana vokalis dapat mengambil nafas pada setiap jeda antar kalimat.
Latihan Improvisasi lagu secara solo/tunggal
- Improvisasi adalah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Improvisasi ini tidak dilakukan dilakukan pada semua bagian lagu, hanya pada bagian bagian tertentu saja agar bentuk lagu yang aslinya tetap jelas. Karena sifatnya untuk memperindah lagu.
Variasi lagu dapat dilakukan dengan mengubah 3 unsur lagu sebagai berikut:
1. Ritmis
Perubahan dalam irama lagu
2. Melodis
Penambahan nada dengan jarak nada yang berdekatan
3. Dinamika
Perubahan bunyi keras dan lembut pada bagian lagu sesuai dengan kesan yang akan disampaikan